Objek Wisata Kabupaten TEBO

Tempat-tempat Objek Wisata di Kabupaten TEBO
Kabupaten Tebo ibukotanya Muara Tebo terletak + 21O km dari Kota Jambi

OBJEK WISATA ALAM

1. Taman Nasional Bukit Tiga Puluh
Luas TNBT 127.698 ha. dan tidak kurang dari 33.000 ha. berada diwilayah Jambi tepatnya 28.000 ha berada dalam kawasan Kabupaten Bugo Tebo dan selebihnya dalam wilayah Tanjung Jabung Barat.
Taman Nasional ini merupakan kawasan hutan lindung yang mempunyai beragam jenis habitat tumbuhan dan binatang. Selain itu disekitar kawasan tempat tinggal komunitas Talang Mamak, suku Kubu dan petani tradisional Melayu.

Potensi yang terdapat dalam kawasan meliputi :

Panorama alam
Keanekaragaman flora dunia yang ada 660 spesies tumbuh-tumbuhan termasuk 246 tumbuhan khas jenis flora langka adalah Cendawan Muka Rimau (Rafflesia haseltii), manau kalui (Iguanura sp), Salo (Johannestejs mannia altifrous). Mapau (Pinangga multifora).
Keanekaragaman fauna dimana ditemui 59 spesies mamalia yang diantaranya terancam punah seperti Harimau Sumatra (pantera tigris sumatranentis), gajah sumatra ( elephes maximus), tapis melayu (tapitus indicus), siamang (Hylobates synductylus). Ditemui pula 192 jenis burung atau 1/3 dari jumlah spesies burung yang ada di Sumatera, 5 jenis primata dan 16 dari 18 jenis kelelawar.
Kuburan keramat
Habitat Rafflesia Hasseltii (Cendawan Muko Rimau)
Panorama geologi.

Disamping itu masih ada tempat dalam kawasan penyangga TNBT yang mempunyai potensi objek wisata yaitu :

Pemunyian, air terjun Bulian Berdarah
Semabu, Rafflesia Haseltii, air terjun, gua dan panorama Batang Sumay.
Desa Muaro Sekalo. Ada makam keramat, air terjun Pancuran Gading, sarang burung walet, habitat ikan kleso (arwana) di sungai Mangatai.
Lubuk Madrasah menyimpan Batu Menangis, gua alam dan dibangunan utamanya ditemukan hutan bulian dan air terjun.
Situs Candi Gedong di Desa Tuo Sumay.

2. Kebun Raya Bukit Sari
Kebun Raya Bukit Sari dengan luas 300 ha. terletak lebih kurang 15 km arah Jambi di Sungai Bengkal atau 1,22 km dari Muaro Bungo atau 138 km dari Jambi. Dalam Kebun Raya Bukit Sari ini terdapat tidak kurang dari 50 spesies flora diantaranya kayu meranti, kulim, marsawa, kewat dan keruang. Dengan tipe ekosistem hutan tropika basah dataran rendah. Lokasi sangat mudah dicapai karena letaknya yang strategis dipinggir jalan lintas tengah dari Jambi ke Muaro Bungo. Didalam kebun raya ini sudah dibangun jalan setapak untuk mempermudah kunjungan.

Diluar kawasan kebun raya Bukit Sari masih ada objek lainnya yang sangat mempesona yaitu :

Sumber air panas.
Sumber air panas ini terletak 1,5 km arah utara kelurahan Sungai Bengkal. Luas arealnya lebuh kurang 6,5 ha. yang terdiri dari beberapa kolam alam berdiameter kurang lebih 2 meter persegi. Air terjun Bukit Karendo Desa Lubuk Madrasah lebih kurang 30 km di ibukota kecamatan, ketinggiannya 8 meter dengan permukaan 1 meter.

3. Bio Tropis PT. IFA
Areal HPH PT.IFA dikelompokkan kedalam 3 bagian hutan yaitu:
Rengat (Provinsi Riau) seluas 70.000 ha. unit Pasir Mayang seluas 136.000 ha. dan Dusun Aro seluas 42.000 ha. Keduanya berada di Provinsi Jambi. Dari luasan tersebut, 27.000 ha. akan ditetapkan sebagai areal penelitian. Dari areal 27.OOO ha. itu terdapat hutan perawan 30 ha. dan sisanya bekas tebangan tahun 1979/1980 dan tahun 1983/1984. Kawasan HPH PT. IFA secara administratif termasuk dalam Kecamatan Tebo Ulu Kabupaten Tebo. Kawasan hutan ini diapit oleh sungai besar yakni Sungai Kuantan sebelah utara dan Sungai Batang Hari sebelah selatan.

Jenis pohon yang sering ditemui adalah Dipterocarpus crinitus, dipterocarpus lowii, shorea parvivolia, hopea dryobalanoides, anisoptera SP, dialium SP, koompasia malacensia dan dyera costulata. Jenis pohon yang sering terdapat diareal hutan sekunder adalah macaranga gigantea, macaranga hosei, macaranga hypoleuca, macaranga javanica, macaranga trichovarpa, mollotus marotachya, mollotus paniculatus,dan beberapa famili fiscus SPP (Moraceae), anthocipalus chinencis (ribiaceae), octamelia sumatrana (datistaceae) dan compnosperma auriulatum (anacardiaceae). Selain itu juga ditemui beberapa jenis rotan khususnya calamus caesius.

Beberapa jenis lainnya seperti artabotrys gracilis, fissistigina kentii dan oxymitra biglandulosa dan famili annonaceae, willughbeia temeiflora (apocynaceae), aglecia marophylla (connarceae), tetracera SPP (dilleniaeae),sarcostigma paniculata (icacinaceae), milletia SPP (leguminose), ficus SPP (rnoraceae), strychnos SPP (loganiaceae) dan uncaria SPP (rubiaceae).

Binatang yang sering ditemui langsung atau tidak langsung dan hanya dari bekas tapaknya adalah tapir, rusa, babi hutan, gajah dan harimau sumatera.
Masyarakat di Pasir Mayang menyebutkan sarana yang ada seperti “istana dalam rimba” . Betapa tidak, pihak perusahaan telah menyediakan sarana laboratorium alam untuk analisis vegetasi, laboratorium jaringan, tempat mengianp dengan fasilitas yang nyaman dengan sarana listrik dan transportasi darat. Istana Litbang Dalam Rimba terletak di Pasir Mayang kabupaten Muara Tebo yang berjarak sekitar 250 km disebelah barat Kota Jambi.

4. Hutan Silvagama
Kawasan ini merupakan hutan ex. HPH Silvagama yang terletak diDesa Aburan Batang Tebo Kecamatan Tebo Tengah seluas 175 ha. Hutan Silvagama merupakan hutan yang dijadikan model pengelolaan hutan produksi oleh masyarakat tradisional di desa yang diprakarsai oleh Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada dan Yayasan Warung Informasi Konservasi (WARSI) sebagai perwujudan sumber daya alam berbasis masyarakat serta bentuk model implementasi pelaksanaan SK Menteri Kehutanan dan Perkebunan No. 677 Tahun 1998.

5. Danau Sigombak
Danau Sigombak terletak di Desa Teluk Jambu Kecamatan Tebo Ulu 30 km dari kota Muaro Tebo dengan luas lebih kurang 40 ha. Danau ini merupakan danau alam yang dikombinasi dengan buatan manusia. Dikatakan alam karena danau ini terbentuk karena aliran sungai Bulian yang membentuk lubuk. Oleh masyarakat setempat dikenal dengan nama “Lubuk Tilam Putih”. Dikatakan buatan karena perluasan danau tersebut telah dibuat dam yang berfungsi untuk membendung sungai Bulian sehingga danau menjadi lebih luas. Dan yang lebih menarik di tengah danau ini terdapat sebuah pulau Sigombak yang dihuni oleh berbagai satwa terutama kera. Disamping parnorama alam yang indah dan sejuk, danau ini dapat juga dilakukan kegiatan perkemahan, perahu, memancing dan mandi serta rekreasi lainnya.

OBJEK WISATA BUDAYA

6. Makam Sultan Thaha Saifuddin
Makam Sultan Thaha Saiffudin terletak di kota Muara tebo 200 km dari kota Jambi. Sultan Thaha Saifuddin bergelar Pangeran Ratu Jayaningrat adalah Raja/Sultan terakhir dari Melayu / keturunan Jambi atau generasi ke 17 dari Putri Pinang Masak. Pada tahun 1858 ia menyingkir dari keraton Tanah Pilih yang telah diduduki belanda dan meyatakan perang terhadap Belanda hingga ia gugur pada tahun 1904. Berdasarkan Keppres No. 079/PK/77 tanggal 1Desember 1977 Sultan Thaha Saifuddin dinyatakan sebagai Pahlawan Nasional dari daerah Jambi.Tinggalan Istana perjuangannya berupa tonggak, kolam dan benteng tanah dapat dilihat di tanah garo.

Objek Wista Kabupaten Bungo

Tempat-tempat Objek Wista di Kabupaten Bungo
Kabupaten Bungo memiliki banyak objek wisata alam yang meliputi :

Hutan Adat
Hutan adat desa dan hutan lindung yang masih utuh dan lestari di desa Batu Kerbau kecamatan Plepat mempunyai luas masing- masing 1.500 ha dan 2.500 ha.
Desa Batu Kerbau ini berjarak lebih kurang 60 km dari ibukota kecamatan. Kalau musim penghujan bisa ditempuh lebih setengah hari. Disini persumpahan masih diterapkan siapa yang melanggar maka “keateh tidak berpucuk, ke bawah tidak berurat, ditengah dirakuk kumbang”. Maka dapat dibayangkan kesengsaraan kutukan itu. Sumpah tersebut masih diikuti oleh masyarakat setempat, terutama untuk tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, adat dan budaya. Salah satunya membuka lubuk larangan harus dengan kesepakatan membuka sumpah.

Potensi lain yang berada di sekitar hutan adat Batu Kerbau ini dan juga merupakan koridor memulai penjelajahan TNKS yang terletak di Kabupaten Tebo yaitu :

Air terjun Punjung Empat di kecamatan Pelepat.
Air Terjun Tegan Kiri dengan ketinggian 26 m di Rantau Pandan 34 km dari Muara Bungo yang juga merupakan lokasi tumbuhnya bunga bangkai.
Goa alam (goa kelelawar) di Dusun Lubuk Mayan 20 km dari Muara Bungo dan goa di Dusun Apung Mudik kecamatan Rantau Pandan.
Batu tapak sembilan sinamat ulu di Desa Sinamat Ulu.
Air terjun Renah sungai ipuh Desa Renah Sungai Besar lebih kurang 48 m dari Muara Bungo dengan ketinggian 54 m dan lebar 8 m
Bunga bangkai, terletak di kecamatan Rantau Pandan yang berjarakkurang lebih 35 km dari kota Muara Bungo. Bunga bangkai sejenis tumbuh-tumbuhan sejenis vegetasi atau jenis keladi. Satu rumpun dengan bunga rafflesia, hanya jenis tumbuhnya memanjang keatas
sampai setinggi 1,80 – 2,85 m. Berbeda dengan bunga biasa, bunga ini mengeluarkan aroma yang berbau amis seperti bangkai, karenanya sering mengundang kehadiran binatang buas.
Hutan Salak seluas 50m Ha di Desa Batu Kerbau dengan berbagai jenis seperti telur angso, salak kelapa, salak abu, tembaga dan sebagainya.
Makam Pakubuwono III bertarikh 1789 M terletak di Desa Lubuk Landai. Semasa hidupnya Pakubuwono III dari Desa Lubuk Landai dikenal sebagai sosok Tuo Tengkar.
Mesjid kuno yang dibangun Muhammad Sawal tahun 1898 di Desa Empelu. Bangunannya tampak
mirip istana Maimun Medan. Terap tangga, ornamen gapura dilengkungan yang berbaris didinding luar mengingatkan pada bangunan Mesjid Aqsa.

Disamping itu kita juga dapat menikmati objek wisata dam Semagi sebagai tempat rekreasi yang terletak di desa Tanah Tumbuh 35 km dari kota Muaro Bungo.

Kedelai Melejit, Pedagang Menjerit

MUARA
BUNGO, Harga Kedelai di Kabupaten
Bungo melejit dari Rp 6. 700 per
kilogram, menjadi Rp 9. 800 per
kilogram. Akibatnya, pengusaha tahu
dan tempe dan pedagang menjerit.
Pasalnya, mereka harus mengurangi
produksi hingga 50 persen.
Yanto, salah seorang pengusaha tahu di
Kabupaten Bungo, mengatakan, dampak
dari melejitnya harga kedelai itu, mereka
harus melakukan siasat. Salah satunya
adalah dengan memperkecil ukuran
tahu dari sebelumnya. “Untuk
mengurangi kerugian, ada juga yang
memperkecil ukuran tahunya,”
imbuhnya.
Dirinya mengaku saat ini hanya
memproduksi 25 kilogram kedelai.
“Sebelum harga kedelai naik, produksi
tempe saya 50 kilogram. Tapi sekarang
saya kurangi,” tambahnya.
Dia berharap ada penanganan yang
serius dari pemerintah, mengenai harga
kedelai yang terus meningkat dan selalu
berulang-ulang dari tahun ke tahun.
Dar, yang juga pengusaha tahu juga
mengaku bahwa kenaikan harga kedelai
sudah dirasakan lebih kurang satu bulan
terakhir. “Kenaikan harga sudah terjadi
sejak habis lebaran. Minggu lalu saja
harga perkilogramnya hanya Rp 9.200
dan tiba-tiba naik seperti saat ini,”
tuturnya.
Atas kenaikan bahan baku tahu tempe
tersebut, kedelai yang disuplai untuk
bahan baku di tempat ia bekerja
otomatis dikurangi. “Harganya aja udah
naik Mas, masak ga dikurangi, yajelas
kita kurangi,” ungkapnya.
Untuk menyiasati kerugian yang semakin
parah, pihaknya mengubah ukuran.
Ukuran tahu tempe pun menjadi lebih
kecil. “Ukuran diperkecil,” tandasnya.
sumber : jambi ekspres

lmu Pengetahuan Anak: Bunga Dani, Kembang Khas Kabupaten Bungo

GambarPernah dengar bunga Sakura khas Jepang atau bunga Tulip khas dari Belanda? Kebanyakan orang pasti sudah pernah mendengarnya. Nah, bagaimana dengan bunga Dani? Tahukah bunga khas dari daerah mana? Anak-anak Indonesia sudah sepatutnya mengenal berbagai daerah di tanah air. Bukan hanya hafal nama-nama provinsinya saja, tetapi juga perlu mengenal daerahnya, termasuk kekhasannya.

Bunga Dani adalah sejenis kembang yang tumbuh di pinggir sungai di wilayah Muara Bungo. Asal mulanya bunga itu dibawa oleh rombongan bangsawan dari Jawa Tengah ke wilayah Jambi pada abad ke 17. Lalu ditanam di sepanjang pinggir sungai Batang Bungo. Beberapa tahun kemudian datang rombongan bangsawan kedua menanam Bunga Dani ini di pinggir sungai Batang Tebo. Nah, kedua sungai ini bertemu dalam Muara yang disebut Muara Bungo. Maka, Bunga Dani ini pun menjadi bunga khas bagi daerah Muara Bungo, tepatnya Kabupaten Bungo.

Kembang yang tumbuh di pinggir sungai ini memiliki bunga berwarna merah muda dengan jumlah kelopaknya ada lima. Pucuk bunganya berwarna cokelat dengan daun yang hijau. Ketika mekar merekah, terlihat indah sekali, menghiasi tepian sungai.

Masyarakat setempat biasanya memanfaatkan bunga ini untuk lalapan di saat makan. Rasanya agak kesat. Bunga ini dipercaya memiliki khasiat tertentu bagi tubuh. Hingga saat ini kembang tersebut tumbuh subur sebagai kekayaan alam di tanah air. Kembang ini pun dijadikan motif untu kain batik khas dari Kabupaten Bungo.

Nah, di manakah Kabupaten Bungo itu?

Kabupaten Bungo berada di provinsi Jambi, yang letaknya di Pulau Sumatera. Kabupaten ini memiliki banyak sekali tempat wisata yang sangat indah, seperti sungai dan air terjun. Sudah pasti udara di area tersebut sangat sejuk sekali. Di sana kita juga bisa memancing berbagai jenis ikan.

Tempat-tempat yang bisa dikunjungi antara lain: Sungai Jujuhan Ilir yang jernih dan mempesona; air terjun Tembulun Pengian Indah; Dam Semagi; Water Park Semagi yang keren; Batu Gelagah Buto; Air terjun Jando; Batu Patah Sembilan; Kincir Pengairan Sawah; Air terjun Sungai Beringin; Batu Tapak Gajah; dan Taman Kota yang menawan.

Asyiknya lagi, para wisatawan bisa langsung terbang menuju lokasi. Dari bandar udara luar kota, bisa naik pesawat menuju Bandara Muara Bungo. Praktis sekali dan benar-benar menghemat waktu.

Siapa mau ke Muara Bungo di Jambi? Berwisata menyaksikan keindahan Bunga Dani di sepanjang tepi sungai, lalu melalapnya supaya sehat.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 197 pengikut lainnya.